Simulasi Tempur : PaintBall

"Paint Ball"

Dalam Diklat Budaya Kerja Angkatan I Kementerian PU di Cikopo Garde, Bandung, dilakukan outbond berupa simulasi tempur Paint Ball. Ini adalah pertama kalinya bagiku dan sangat membuat penasaran dan semangat untuk bermain. Paint ball merupakan sebuah olahraga sekaligus permainan yang memicu adrenalin dan keberanian. Aturan permainan dalam paint ball adalah terdapat wilayah tempur yang dibatasi oleh jaring, sehingga jika ada pemain yang tertembak atau habis peluru maka keluar dari wilayah tempur dan tidak boleh ada kontak senjata. Kemudian ada jarak tembak, minimal 5 m maksimal sekitar 15 m, karena tertembak dari jauh pun sudah terasa sakit. Setiap pemain harus memakai rompi, dibekali peluru, senjata, dan google/mask. Peralatan itu harus dipakai, khususnya untuk senjata harus sangat diperhatikan terkunci atau tidak. Jika dalam posisi tidak bermain, senjata dikunci dengan tombol di sebelah kanan, atau senjata dihadapkan ke bawah atau ke atas agar tidak terjadi salah tembak. Peraturan selanjutnya adalah dalam permainan paint ball ada target yaitu bendera yang ditancapkan ke benteng lawan. Namun, jika lawan sudah tertembak semua, artinya permainan selesai dan dimenangkan oleh yang paling banyak anggota yang hidup.

Setelah briefing selesai, saatnya tempur! Kelompok aku harus melalui pos pertama yaitu games maze, kemudian dilanjutkan Paint Ball.
Setelah memilih ukuran baju dan celana, memakai google, kemudian memilih senjata. Trainer memberi peluru 40 buah pada masing-masing pemain. Aku adalah ketua kelompok dan melakukan suit untuk menetukan benteng pertahanan, kelompok kami kalah suit sehingga kelompok lawan yang mementukan. Aku dan kelompok menyiapkan strategi perlawanan. Dua orang defen dan 3 orang offen. Aku adalah penyerang.
Pain Ball is Started!
Bermain paint ball sangat memicu adrenalin, seolah-olah berperang, karena bunyi desingan peluru dan menghadapi musuh. Aku tertembak pada 3 menit pertama di bagian mata, lalu kembali ke benteng untuk membersihkan cat di google. Tapi, karena baru 3 menit pertama masih pemanasan jadi tidak dianggap mati.

DOR!! DOR!! Peperangan (permainan) mulai panas di tengah, degup jantung bertambah. Tim kami memilih bersembunyi sambil menyerang. Bidikan senjata dicoba tepat pada lawan lalu ditembak. Aku maju untuk menembak sambil bersembunyi agar tidak tertembak. Beberapa tim lawan sudah lumpuh tertembak. Tim kami masih full team, tim lawan sisa 1 orang (ibu hamil). Strategi terakhir adalah, satu orang mengambil bendera dan yang lain (aku dan 1 orang teman lain) menodong lawan terakhir. Dan permainan selesai….

Walaupun permainan berlangsung hanya sekitar 15 menit, namun terasa lelah setelahnya. Teman kami ada yang tertembak dan masih terlihat bekasnya, merah dan perih (menurutnya). Begitulah ririsko dari permainan ini, yang cukup besar. Karena menurut trainer bahkan ketika cat (peluru) mengenai mata akan mengakibatkan buta.

Pelajara/ hikmah yang aku dapatkan dari paint ball adalah butuh adanya kerjasama dan kekompakan dalam tim. Juga perlu ada strategi / siasat untuk menghadapi lawan. Dan terakhir, aku menyadari bahwa untuk berperang dibutuhkan nyali dan keberanian yang kuat. Betapa sahabat-sahabat Rasulullah dan Rasulullah saw begitu kuat fisik dan imannya, sehingga menumbukan keberanian yang besar dalam peperangan.
This is just a game, but maybe we will face the real ‘paintball’..
Bersiapsiagalah Kawan!!