Setiap harinya, hiruk pikuk kehidupan terkadang membuat jenuh dan lelah. Tak sadar diri pesimis dan keluhan menghinggapi. Ketika hal itu terjadi, cobalah berdiri dan amati sekeliling kita. Karena bisa saja setiap hari, kita tak sadar sedang melakukan apa dan sedang di mana. Itulah yang menyebabkan diri abai dan acuh.
Inspirasi pagi ini, datang dari seorang pemulung. Sebenarnya aku menemui pemulung hampir setiap pagi, tapi baru memetik hikmah pada suatu kejadian. Tidak ada peristiwa dari seorang pemulung, tapi pernahkah kita berpikir bahwa untuk apa dia mengambil sampah/ barang bekas yang masih bisa dipakai? Untuk apa dia lelah berjalan tanpa alas kaki, hanya dengan besi pengait untuk mengambil sampah, topi untuk melindungi dari terik matahari, dan kantong dari karung goni.
Pemulung mengajarkan suatu kegigihan dari hal yang kecil. Mungkin kita pernah berpikir, pekerjaan pemulung adalah pekerjaan yang kotor, pekerjaan yang menjadi pilihan terakhir karena kesulitan perekonomian. Tetapi sadarkah, bahwa pemulung mengumpulkan apa yang terserak. Apa saja yang masih bisa berguna, ia ambil.
Pada suatu pagi, di terminal. Aku melihat 2 orang pemulung (laki-laki dan perempuan), mungkin mereka suami istri. Si laki-laki yang membawa karung dan besi pengait. Sedangkan si perempuan tidak membawa apa-apa, tapi ia memilihkan dan mengambil sampah. Setelah mereka berlalu, jalan yang awalnya kotor karena sampah berserakan, menjadi bersih.
Ya, Pemulung pun berjasa. Membersihkan apa yang terserak. Terkadang kita menganggap sesuatu yang tidak penting dan membiarkan atau mengabaikannya, tapi itu adalah penting dan bermanfaat untuk orang lain.
Sampah bagi kita tidak penting jadi bisa dibuang di mana saja, tapi bagi pemulung adalah penting. Dengan sampah, dia bisa mendapatkan uang.
Maka, dalam hidup ini kita harus mengumpulkan yang terserak. Hal-hal kecil yang kita lupa; misalnya bersilaturahmi ke rumah saudara, memberikan senyuman pada orang lain, memberikan sedekah semampunya. Ya, hal-hal kecil yang terserak itu jika dikumpulkan akan menjadi banyak.
Terimakasih untuk para pemulung, yang memberikan hikmah dan pelajaran. Pekerjaan mereka bukanlah pekerjaan yang remeh, tetapi mulia.
Semoga inspirasi yang aku peroleh, menjadi inspirasi bagi kalian semua..