BAHAGIA.. adalah sesuatu yang sangat diimpikan oleh setiap manusia. Dalam hal apapun; Bahagia bersekolah, kuliah, bekerja, dan berumah tangga. Intinya adalah bahagia dalam menjalani hidup. Terdengar klise memang.. tapi sebenarnya apa bahagia itu sendiri? Apakah bahagia adalah mempunyai harta yang banyak, suami/istri yang tampan/cantik, memilki anak2 yang pintar, mendapat nilai yang bagus di kuliah, mendapat jabatan di kantor, dan sebagainya. Seringkali orang mengidentifikasikan bahagia dengan hal yang fisik (dunia). Padahal, itu semua bersifat sementara dan ketika itu semua didapatkan maka manusia tidak akan pernah puas. Lalu, apakah bahagia?
Aku sedang membaca buku ‘The 7 Laws of Happiness”‘, karya Arvan Pradiansyah. Walau agak sedikit terlambat, karena buku ini sudah lama terbit. Aku mengenal penulis buku itu dari suami ku yang mempunyai buku ‘Lifer is Beatiful’ karangan Arvan juga. Lalu setiap hari kamis, mendengar Smart FM dengan sesi Arvan Pradiansyah. Setelah itu, menjadi semakin penasaran dan tertarik dengan buah pikir beliau mengenai Kebahagiaan.
Hmm.. juga setelah melakukan perenungan, bahwa Bahagia bukanlah mendapatkan apa yang kita inginkan. Tapi, bahagia adalah mensyukuri apa yang kita dapatkan. Hal ini memang tak semudah diucapkan. Butuh aplikasi dan proses beryuskur yang terus menerus.
Dalam buku ‘The 7 Laws of Happiness’, ada 7 rumus kebahagiaan dalam hidup:
1. Patience (sabar)
2. Gratefulness (syukur)
3. Simplicity (sederhana)
4. Love (Kasih)
5. Giving (memberi)
6. Forgiving (memaafkan)
7. Surrender (pasrah)
Di sini saya tidak membahasnya satu per satu (mungkin di lain post), tapi saya mengambil kesimpulan bahwa untuk menjadi bahagia, langkah awalnya adalah sabar terhadap apa yang kita miliki/ terima, kemudian setelah itu bersyukur, dan sederhana terhadap masalah yang kita alami. Hal itu adalah dalam diri kita. Kemudian, saatnya action yaitu, mengasihi, memberi dan memaafkan. Dan terakhir pasrah pada Tuhan.
Bahagia adalah pilihan. Pilihan kita dalam mengelola pikiran. Jika kita berpikir positif, istilah dalam buku ini memasukkan ‘makanan bergizi’ ke dalam pikiran, maka kita akan bahagia. Is it so simple? Yes, it is. Apa yang kita pikirkan, itu yang akan kita dapatkan. Apa yang kita beri, itu yang akan kita terima. Seperti energi yang mempunyai hukum kekekalan energi, maka kebahagiaan seperti sirkulasi yang tidak pernah putus. Dia akan terus berputar, jika kita memilih bahagia dengan kondisi apapun. Tapi, itu semua sekali lagi tergantung pada apa yang kita pikirkan dan apa yang masuk ke dalam pikiran.
Dan, menurut saya. Energi terakhir untuk bahagia adalah DOA. Doa adalah senjata. Untuk menjadi bahagia pun kita perlu memohon pada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Islam, ada doa yang juga terdapat dalam Al Qur’an dan diajarkan oleh Rasulullah saw. “Robbana aatiina fiddunya hasanah wa fil akhiraati hasanah wa qinna ‘adzabannar”. Doa yang merangkum semua isi kehidupan, yaitu kebaikan di dunia & akhirat, serta terlindung dari siksa api neraka.
Semoga, kita semua termasuk ke dalam orang2 yang bersabar & bersyukur, sehingga kita bisa bahagia di dunia. Dan kelak di akhirat, aamiin..
SALAM PAGI!