judul tersebut adalah rumus mencari usaha, yaitu gaya (F) dikali dengan jarak (s) . sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha akan ada jika ada gaya dan perpindahan jarak. jika tidak ada perpindahan jarak, atau sama dengan nol, maka tidak ada usaha. begitu jika dalam rumus.
begitupun dalam kehidupan ini, tidak ada usaha tanpq sebuah perpidahan atau gerakan. dalam Al Quran, Allah membedakan antara orang yang berusaha dengan yang diam.
usaha menandakan sebuah tenaga yang kita upayakan untuk melakukan sesuatu.
perpindahan dari keburukan kepada kebaikan membutuhkan usaha yang besar. berpindah dari masa lalu yang suram menuju masa depan yang cerah apalagi membutuhkan usaha yang sangat besar
Category Archives: just take from a few scattered
Hidup adalah Pilihan
Menyadari bahwa kehidupan ini penuh dengan pilihan.
Di saat sudah berhasil memilih, maka akan muncul lagi pilihan, dan seterusnya.
Dala surat As Syams, Allah berfirman bahwa ada 2 jalan (kebaikan dan keburukan). Dan kita boleh memilih jalan itu. Tentu saja, setiap orang menginginkan jalan kebaikan. Tapi ternyata, dalam kebaikan yang sudah dipilih ada saja pilihan untuk melakukan keburukan.
Tetapi, dibalik hak manusia untuk membuat pilihan, ada hak tertinggi penentu segalanya. Karena memang sejatinya, manusia yang lemah tidak mengetahui secara pasti apakah pilihan yang diambil adalah yang terbaik untuknya atau tidak.
Oleh karenanya, libatkan selalu ‘Hakim’ atau The Best Decision Maker, yaitu Allah SWT. Sebelum membuat sebuah keputusan atas beberapa pilihan, lakukan sholat istikhoroh, berdoalah untuk meminta petunjuk atas pilihan yang dibuat.
Nasihat ini untuk ku dan untuk mu. Kita harus membuat pilihan dalam hidup, karena hidup itu terdiri dari berbagai pilihan.
PATIENCE and SINCERELY accept REALITY
have you ever experienced sever or painful ordeal?
Perhaps husband/wife/your child is sick who can not be cured or even die, or you got laid off, business bankcrupty, husband/wife cheating, divorce, husband doesn’t want to give a living, the disobedient wife, brother, friends or neighbours don’t want to say hello, etc..
whether you want to be patient to face the reality?
as well as still can SMILE and do GOOD to them,
and grateful to God for this fact?
if you can do like that..
means that you have done The fascinating thing.
Because Rasullullah saw. said from Suhaib ra.
“Its amazing the case of people who believe, for any business is good for him. And such things there will not except only on the mukmin, ie, if he find happiness, he is grateful, because that it is the best for him. and if he was stricken, he is patience, because that it was the best thing for him” (HR.Bukhari).
from above hadith turns it one TIPS, that is to be Human Believers.
But, what kind of believing?
That is a man who believed with 6 Pillars Faith (Faith in God, Angels, Holly Books, The Prophets, destiny, and The Eternity).
And the faith with the following:
1. Believe that Life in The World is temporary, not the real life. And the Eternity is the truth and eternal life.
(QS. Al Hadid: 20), (QS. Al Mu’minun: 112-115)
2. Believe that life in the world is a PLACE OF EXAMINATIONS (with ugliness and goodness) and will be held accountable (obligations) respectively.
(QS. Al Mulk:2), (QS. Al Anbiya: 35)
3. Believe that all that happened was written in Lauh Mahfuz.
(QS. Al Hadiid: 22-23)
4. Believe that examinations is to know our faith.
(QS. Al Ankabut:2-3)
5. Believe that in addition to the existing disaster, much more many blessing GOD has given, And we must be grateful and cautious.
6. Believe that all the good that happened are from ‘hand of God’ and the bad things that happened are from ourselves (from own lust)
QS. An Nisa: 79, QS. Al Baqarah: 216)
7. Believe that to enter heaven must be prepared to accept examinations, amount of reward depending on the size of examinations.
QS. Al Baqarah: 214
8. Believe that examinations is affection God, because heaven is obtained by Jihad (seriousness) and patience.
QS. Ali Imran: 142)
9. Believe that with examinations received will delete our sins.
10. Believe that with examinations is to get closer to God.
11. Believe that Allah give examinations according with the ability of his servant.
QS. Al Baqarah: 286
12. Believe that Allah give examinations to human like test purity gold.
13. Believe that patience, grateful, forgiving, is hidayah from Allah.
14. Believe that God’s blessing is when we sincerely.
Wallahu a’lam bi showab
tranlated from: http://kata2hikmah0fa.wordpress.com/2010/10/22/392/
Love is Like Plants
Cinta itu seperti tumbuhan,,,
Dia harus dipupuk, disiram
Agar tumbuh bersemi
Cinta seperti tumbuhan,,
yang mempunyai akar yang kuat menghujam
yang mempunyai cabang ranting yang banyak
yang mempunyai daun yang lebat
kesemuanya itu bermanfaat untuk manusia
Cinta itu seperti tumbuhan,,
Kamu harus sabar dalam menanam
Kamu harus menunggu sampai tiba saatnya bunga mekar
Kamu harus berkorban sampai menuai hasilnya
Cinta itu seperti tumbuhan,,
Dia hidup walau tak bicara
Dia hidup walau tak bergerak
Dia hidup walau tak menatap
Cinta itu seperti tumbuhan,,
Setiap orang mencintainya
Setiap orang ingin memilikinya
dan setiap orang akan bahagia dengannya
Jadikanlah cinta itu bersemi dalam dada setiap manusia..
-290311-
Aku memilih untuk BAHAGIA
BAHAGIA.. adalah sesuatu yang sangat diimpikan oleh setiap manusia. Dalam hal apapun; Bahagia bersekolah, kuliah, bekerja, dan berumah tangga. Intinya adalah bahagia dalam menjalani hidup. Terdengar klise memang.. tapi sebenarnya apa bahagia itu sendiri? Apakah bahagia adalah mempunyai harta yang banyak, suami/istri yang tampan/cantik, memilki anak2 yang pintar, mendapat nilai yang bagus di kuliah, mendapat jabatan di kantor, dan sebagainya. Seringkali orang mengidentifikasikan bahagia dengan hal yang fisik (dunia). Padahal, itu semua bersifat sementara dan ketika itu semua didapatkan maka manusia tidak akan pernah puas. Lalu, apakah bahagia?
Aku sedang membaca buku ‘The 7 Laws of Happiness”‘, karya Arvan Pradiansyah. Walau agak sedikit terlambat, karena buku ini sudah lama terbit. Aku mengenal penulis buku itu dari suami ku yang mempunyai buku ‘Lifer is Beatiful’ karangan Arvan juga. Lalu setiap hari kamis, mendengar Smart FM dengan sesi Arvan Pradiansyah. Setelah itu, menjadi semakin penasaran dan tertarik dengan buah pikir beliau mengenai Kebahagiaan.
Hmm.. juga setelah melakukan perenungan, bahwa Bahagia bukanlah mendapatkan apa yang kita inginkan. Tapi, bahagia adalah mensyukuri apa yang kita dapatkan. Hal ini memang tak semudah diucapkan. Butuh aplikasi dan proses beryuskur yang terus menerus.
Dalam buku ‘The 7 Laws of Happiness’, ada 7 rumus kebahagiaan dalam hidup:
1. Patience (sabar)
2. Gratefulness (syukur)
3. Simplicity (sederhana)
4. Love (Kasih)
5. Giving (memberi)
6. Forgiving (memaafkan)
7. Surrender (pasrah)
Di sini saya tidak membahasnya satu per satu (mungkin di lain post), tapi saya mengambil kesimpulan bahwa untuk menjadi bahagia, langkah awalnya adalah sabar terhadap apa yang kita miliki/ terima, kemudian setelah itu bersyukur, dan sederhana terhadap masalah yang kita alami. Hal itu adalah dalam diri kita. Kemudian, saatnya action yaitu, mengasihi, memberi dan memaafkan. Dan terakhir pasrah pada Tuhan.
Bahagia adalah pilihan. Pilihan kita dalam mengelola pikiran. Jika kita berpikir positif, istilah dalam buku ini memasukkan ‘makanan bergizi’ ke dalam pikiran, maka kita akan bahagia. Is it so simple? Yes, it is. Apa yang kita pikirkan, itu yang akan kita dapatkan. Apa yang kita beri, itu yang akan kita terima. Seperti energi yang mempunyai hukum kekekalan energi, maka kebahagiaan seperti sirkulasi yang tidak pernah putus. Dia akan terus berputar, jika kita memilih bahagia dengan kondisi apapun. Tapi, itu semua sekali lagi tergantung pada apa yang kita pikirkan dan apa yang masuk ke dalam pikiran.
Dan, menurut saya. Energi terakhir untuk bahagia adalah DOA. Doa adalah senjata. Untuk menjadi bahagia pun kita perlu memohon pada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Islam, ada doa yang juga terdapat dalam Al Qur’an dan diajarkan oleh Rasulullah saw. “Robbana aatiina fiddunya hasanah wa fil akhiraati hasanah wa qinna ‘adzabannar”. Doa yang merangkum semua isi kehidupan, yaitu kebaikan di dunia & akhirat, serta terlindung dari siksa api neraka.
Semoga, kita semua termasuk ke dalam orang2 yang bersabar & bersyukur, sehingga kita bisa bahagia di dunia. Dan kelak di akhirat, aamiin..
SALAM PAGI!
muhasabah sebelum tidur..
laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha..
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dgn kesanggupannya..
sungguh,aku hanya ingin bergantung pada Mu, ya Rabb..
dimana diri ini begitu rapuh,lemah,tdk ada daya&upaya kecuali hanya milik Mu,ya Rabb..
tak sedikitpun berniat utk egois, tp mengapa permasalahan sendiri seakan begitu berat..
tak berniat utk mengesampingkan hak2 orang tua, & saudara2.. tp mengapa,seolah2 aku yg hanya punya beban.
sadarilah wahai diriku, bahwa aku hidup tdk sendiri.. pun ketika d akhirat aku tdk sendiri..
aku akan bersama org2 yg kucintai..
maka,aku ingin terus berusaha ya Rabb utk mencintai Mu dgn tulus, mencintai Rasulullah, mencintai org2 yg mencintai Mu..
aku menjalani proses ini ya Rabb,ketika ini yg menjadi cara Mu utk mendewasakan ku, ketika ini jalannya.
Allahu shomad, Allah tempat bergantung..
tak ada cara lain setelah ikhtiar,selain tawakal. tak ada cara lain setelah berdoa,selain yakin. bahwa Allah begitu baik, bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu..
kala cinta bertanya pd cinta,imanlah jawabnya
akhirnya,tak ada yg dpt menyangkal bahwa cinta ini bermuara pd 1 cinta sejati,yg tak pernah surut,bahkan ketika dunia ini sdh tak lg memilikinya.
“ya ALLAH, di mana lagikah dpt kutemui cinta sejati kecuali pd cinta Mu,
kemana lagikah hati ini harus berlabuh kecuali pd kasih Mu,
jadikanlah hati yg lemah ini ya ALLAH tertambat kukuh hanya pada Mu,
aku mohon ridha atas segenap keputusan Mu,
kesejukan stlh matiku,
kenikmatan memandang wajah Mu,
&kerinduan utk berjumpa dgn Mu.
ampunilah diri yg tak berharga ini ya ALLAH,
penuhilah kehinaannya dgn keindahan maghfirah Mu”
-tamat-
(diambil dari buku Ketika Aku Mencintaimu. penulis: wulandari ekasari & amatullah shafiyyah)
special thanks to my mom for this book..
-menjelangnikah-
3 Kunci Hidup yang Bahagia
Apakah rahasia hidup yang bahagia itu? Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita, seperti harta benda yang kita miliki. Apakah anda akan merasa bahagia apabila mempunyai rumah yang indah, mobil yang mewah, pekerjaan yang memberikan kedudukan yang terhormat dan penghasilan yang berlimpah serta pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik. Mungkin anda akan mengatakan “Ya”. Tapi percayalah, hal itu tak akan berlangsung lama.
Kebahagiaan yang disebabkan oleh hal-hal yang ada di luar kita adalah kebahagiaan yang semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu anda berhasil memiliki barang tersebut. Misalnya begini, anda melihat kawan anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih atau sekedar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya. Anehnya, begitu anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan yang sering adalah perasaan tidak puas. Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang sudah anda punya. Anda kembali berangan-angan untuk segera memilikinya. Demikianlah seterusnya. Anda tak akan pernah bahagia.
Budha Gautama pernah mengatakan, “Keinginan-keingina yang ada pada manusialah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan. Saya kira ia benar. Kebahagiaan adalah suatu kondisi tanpa syarat, anda tak perlu memiliki apapun untuk menjadi bahagia. Kebahagiaan adalah sesuatu yang sudah anda putuskan dari awal. Coba katakan kepada diri anda sendiri, “Saya sudah memilih untuk hidup bahagia apapun yang akan terjadi.” Anda akan merasa bahagia walaupun anda tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan harapan dan keinginan anda. Semua itu tidak akan mengganggu anda karena anda tidak menempatkan kebahagiaan anda di sana.
Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran anda, Rubahlah pikiran anda dan ketentraman batin. Ada tiga pikiran yang harus senantiasa anda tumbuhkan dalam diri anda. Saya mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan arti tasbih, tahmid, dan takbir yang sebenarnya kita ucapkan setiap hari tapi sering tanpa memahami maknanya yang cukup dalam. Saya kira ajaran seperti ini bukanlah hanya kita temukan dalam islam saja, tetapi juga dalam ajaran agama yang lain.
Kunci pertama kebahagiaan adalah Rela Memaafkan. Coba renungkan kata, “Subhanallah”. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak ada ketidak sempurnaannya. Dengan memahami konsep ini, hati anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain. Seorang dokter terkenal Gerarld Jamponsky menemukan bahwa sebagian besar permasalahan yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal, yaitu: Rela Memaafkan!
Kunci kedua adalah Bersyukur. Coba renungkan kata “Alhamdulillah”. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, “Alhamdulillah”. Ternyata seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya namun ia hanya berkata, “alhamdulillah”.
Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi si petani hanya mengatakan, “alhamdulillah”. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak si petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, “Alhamdulillah”. Cerita ini sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa yang kelihatannya buruk belum tentu buruk. Orang yang beryukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.
Kunci ketiga kebahagiaan adalah Tidak Membesar-besarkan Hal-Hal Kecil. Coba renungkan kalimat, “allahu akbar”. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang. Penelitian mengenai stress menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab terbesar stress seperti kematian orang yang kita cintai, dsb. Bolehlah hal-hal seperti ini serta beberapa kejadian lain anda anggap sebagai hal yang “agak besar”. Tapi bukankah hal-hal seperti ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu tertentu saja. Kenyatannya, kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam hidup adalah masalah-masalah kecil.
(diambil dari buku “Life is Beautiful”, Arvan Pradiansyah)
Anda bukanlah sang PEMENANG !
Anda bukanlah sang pemenang
ketika Anda mengalahkan lawan-lawan Anda
Anda bukanlah sang pemenang
Ketika Anda merasa bangga dengan kemenangan Anda
Anda bukanlah sang pemenang
Ketika lawan Anda bersedih karena kekalahannya
Anda bukanlah sang pemenang
Ketika kemenangan itu menjauhkan Anda dari Tuhan
Anda bukanlah sang pemenang
Ketika ucapan “alhamdulillah” Anda lalai dari mengingatNya
Anda bukanlah sang pemenang
Ketika perasaan hebat sulit terusir dari jiwa Anda
Ya, jikalah demikian, maka
Anda bukanlah sang pemenang
melainkan,
hanya seorang pengenang…
Ketahuilah..
Tidak ada yg perlu dibanggakan atas berbagai kenangan indah yang membuatmu terlena dan lupa waktu sekarangmu.
Hapuslah !
Karena semua kenangan itu hanya akan memperberat hisabmu kelak di akhirat.
Hapuslah!
Nikmati waktu sekarangmu dengan mencintaiNYA.
Katakan dgn lembut dihatimu : Ya Allah, maafkan aku, bersihkan aku, …aku menyesal, aku memercayaiMU, aku mencintaiMU, terima kasih ya ALLAH…
Dan Jadilah Pemenang
yang bisa mengalahkan hawa nafsu sendiri
sehingga Anda tetap di atas jalan-Nya
Aamiin
wallahu alam
KZ
www.cahaya-semesta.com
nb : Jika Anda berkenan, silakan dishare/copas
sungguh, kamu akan mengalami tingkat dalam kehidupan
Judul di atas adalah salah satu ayat Al Qur’an di surat Al Infithaar. Hal ini membuat ku tenang, karena Allah yang berjanji demikian. Bahwa, setiap manusia pasti mengalami tingkat kehidupan. Orang yang beruntung adalah, ketika tingakatan tersebut berhasil dilalui dengan ikhtiar yang terbaik sehingga kurva keimanannya menanjak. Namun, merugilah bagi orang yang menghadapi tingakt kehidupan dengan kurva keimanan yang menurun.
Adapun dalam setiap tingkat kehidupan itu, manusia mendapat banyak rintangan, cobaan, kejatuha, kepedihan, dan hal lain yang dalam pikiran manusia adalah menderita. Tapi, teringat kembali “laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha”, “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan berdasarkan kesanggupannya”. Jadi sepatutnya, manusi tidak perlu khawatir akan permasalahan yang ia hadapi, karena ia pasti mampu menghadapinya. Dan yakinlah, bahwa dengan masalah yang diberikan pada Allah justru memberikan banyak manfaat bagi manusia. Dengan keulitan yang dihadapi, kita jadi ingat bahwa manusia itu lemah, tidak ada daya & upaya melainkan hanya milik Allah. Maksudnya, tidak ada yang bisa menolong selain Allah. Jangan sombong, kalau kita bisa menghadapi semua persoalan sendirian, dengan otak sendiri, kerja keras sendiri. Di balik itu semua, ada ‘otak’ Allah & ‘kerja’ Allah. Maka, tak sepatutnya jjika manusia tidak menyerahkan masalahnya pada Yang Maha Memiliki. Dia yang memberi mu tingkatan kehidupan, maka mengapa harus bersedih untuk mendaki tingkatan itu?
Permasalahan adalah guru kehidupan.

