judul tersebut adalah rumus mencari usaha, yaitu gaya (F) dikali dengan jarak (s) . sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha akan ada jika ada gaya dan perpindahan jarak. jika tidak ada perpindahan jarak, atau sama dengan nol, maka tidak ada usaha. begitu jika dalam rumus.
begitupun dalam kehidupan ini, tidak ada usaha tanpq sebuah perpidahan atau gerakan. dalam Al Quran, Allah membedakan antara orang yang berusaha dengan yang diam.
usaha menandakan sebuah tenaga yang kita upayakan untuk melakukan sesuatu.
perpindahan dari keburukan kepada kebaikan membutuhkan usaha yang besar. berpindah dari masa lalu yang suram menuju masa depan yang cerah apalagi membutuhkan usaha yang sangat besar
Monthly Archives: February 2012
Untaian Impian itu akan menjadi rajutan indah..
Pernahkan kamu merasa bahwa hidup terasa begitu rumit, begitu membingungkan, terkadang hilang arah dan lepas kendali. Seperti gelondongan benang yang utuh, belum dikaitkan pada jarum bahkan belum terbayangkan akan menjadi apa benang itu. Benang itu awalnya kusut tak tentu bentuk, terkadang harus digunting ataupun ada yang terbuang.
Ada sebuah kisah yang masih saya ingat dengan lekat.
seorang ibu yang sedang merajut, anaknya datang menghampiri dan duduk di bawah sambil mendongak ke atas rajutan ibunya. “Bu, sedang apa?”, tanya anak itu. “Sedang merajut, nak. Kenapa?”. Anak itu terlihat berpikir sambil mengamati pola rajutan dari bawah. Ibu yang sedang duduk di kursi baru menyadari bahwa anaknya mungkin sedang bingung, “Kamu melihat rajutan ibu ya?”. Anak itu mengangguk, “Iya bu. Tapi, saya bingung melihatnya. Sebenarnya ibu sedang membuat apa, kelihatannya sangat rumit dan berantakan”. Ibu tersenyum, kemudian berkata, “Naik lah nak ke atas kursi dan kamu akan melihat betapa indah hasil rajutan ibu..”
Begitulah,, mungkin kita sering merengut bahkan protes terhadap proses hidup yang dijalani. Kenapa harus begini dan begitu, kenapa saya harus gagal, dan kenapa ujian ini menimpa saya. Hmm,, seharusnya mungkin kita ganti kalimat ‘kenapa’ itu dengan ‘bagaimana saya harus bangkit setelah gagal, bagaimana menghadapi ujian ini. Karena pola hidup kita tidak ada yang tahu kecuali Sang Pencipta Rabbil ‘Alamin.
Kita tidak akan pernah tahu alur hidup yang berkelok-kelok, mungkin juga tak bisa lurus dengan sempurna, namun pasti ada tanjakan-turunan, belokan atau bahkan jalan buntu. Tapi kesemrawutan itu akan menjadi indah pada akhirnya. Ketika kita tidak banyak mempertanyakan pola hidup itu, karena kita hanya melihat dari bawah. Kita tidak tahu pola indah yang tertulis di Lauh Mahfudz. Nyatanya Allah akan selalu memberi yang terbaik bagi hamba Nya, dan tergantung pada kita dalam memilih jalan kebaikan atau keburukan.
Hari ini yang bisa kita lakukan adalah merajut perlahan impian dalam usaha dan doa. Kemudian hasil rajutan tersebut, bagaimana bentuk dan keindahannya, nanti akan kita lihat di hari akhir..
Yuup,, mari merajut impian!! ^^
Metamorfosis
setiap manusia pasti berkembang sesuai dengan pertambahan usia dan kedewasaan. bagi ku dengan segala kompleksitas kehidupan, sesungguhnya Allah ingin membuat hamba Nya berkembang dan menjadi lebih baik dan lebih baik. Dengan keyakinan yang terpatri ini, bahwa perkembangan itu tergantung kembali pada diri sendiri. Seorang anak burung yang ingin terbang, ia pun harus belajar dahulu walau secara insting hewani, ia pasti bisa terbang. Berbagai tempaan pasti dialami oleh si burung kecil yang belajar terbang, angin kencang dan hewan pemangsa lain. Risiko sudah di depan mata, tapi ia harus hadapi demi perkembangannya menjadi burung dewasa. Seekor ulat bulu yang terlihat menjijikan, bahkan harus dengan sabar melata, memakan dedaunan atau bahkan termakan hewan lain. tapi si ulat akan melewati sebuah fase yang sungguh menakjubkan. Sebagaimana sering kita nyanyikan dengan candaan yang cukup ilmiah, “telur..telur.. ulat.. ulat.. kepompong.. kupu-kupu..” Itu lah metomorfosis. Perubahan secara bertahap pada satu bentuk ke bentuk yang lain yang lebih sempurna. Walaupun berada dalam kepompong yang mungkin saja tidak nyaman bagi ulat, tapi ia tetap menjalani proses itu, sampai pada waktunya kepompong itu lepas, dengan seketika berubahlah si ulat menjadi kupu-kupu. Subhanallah..
Setiap hasil yang baik tidak ada tanpa proses yang baik, sebuah kesuksesan tidak ada tanpa dilalui perjalanan panjang yang melelahkan. Belajar dari metamorfosis hewan, maka seperti disinggung di awal, manusia pun dapat bermetamorfisis. Dari keburukan menjadi kebaikan, dari kegagalan menjadi kesuksesan, dari kesedihan menjadi kebahagiaan. Mungkin saha kita masih berada di dalam kepompong dalam jangka waktu yang ditentukan sehingga akhirnya nanti kita dapat mengembangkan sayap dan terbang…


