Pengertian Ihsan adalah mengerjakan sesuatu dengan baik. Hal ini termasuk ke dalam akhlak Islam seperti ihsan dalam bergaul, ihsan dalam berbicara, dan lain-lain. Rasulullah saw. bersabda, “Allah senang jika kalian mengerjakan sebuah pekerjaan dengan baik” (HR. Al Thabrani).
Ayat-Ayat tentang Ihsan:
1. ” Allah menyuruh untuk berbuat adil, bersikap ihsan, dan memberi kepada kaum kerabat.” (QS.Al Nahl:90)
2. “yaitu, mereka yang bisa menahan emosi, memaafkan manusia, dan Allah senang kepada orang yang berbuat ihsan”. (QS. Ali Imran:134)
3. “Sesungguhnya kasih sayang Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat ihsan”. (QS. Al A’raf:56)
4. Sabarlah! Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat ihsan”. (QS. Hud:115)
5. “Tidak ada balasan bagi perbuatan ihsan kecuali ihsan”. (Al Rahman: 60)
6. “Allah bersama dengan orang yang bertakwa dan orang yang berbuat ihsan”. (An Nahl:128)
7. Orang yang berbuat ihsan mendapatkan balasan terbaik (surga) berikut tambahannya”. (QS. Yunus:26)
Bentuk Ihsan:
1. Ihsan dalam membunuh binatang
“Allah mewajibkan ihsan dalam segala hal. Maka, apabila engkau membunuh, bunuhlah dengan baik. Dan apabila menyembelih, sembelihlah dengan baik. Hendaknya menajamkan pisaunya dan meringankan hewan sembelihannya (jangan disiksa)” (HR. Muslim, Abu Daud, Al Tirmidzi, Al Nasa’i, Ibn Majah, dan Imam Ahmad)
2. Ihsan dalam beribadah
ketika malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad saw., ia bertanya lepada Nabi saw., “Beritahukan padaku tentang ihsan!” beliau menjawab, “Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya. Jika engkau tidak melihat-Nya, Dia melihatmu.” (HR. Bukhari, Muslim)
3. Ihsan kepada kedua orangtua
“Dan kepada kedua orang tua hendaknya berbuat ihsan” (QS. Al Isra:23).
Dikisahkan seseorang datang menemui Nabi saw. dan berkata, “Ya Rasulullah, aku berjanji padamu untuk berhijrah dan berjihad.” Mendengar hal itu, Nabi bertanya, “Adakah diantara kedua orang tuamu yang masih hidup?” Orang itu menjawab, “Ya. Bahkan keduanya masih hidup.” Nabi berkata, “Engkau menginginkan pahala?” “Tentu, wahai Rasulullah”, jawabnya. Nabi berkata, “Pulanglah ke kedua orangtuamu dan temani mereka dengan baik”.
4. Ihsan kepada anak perempuan
Nabi saw. bersabda, “Seseorang yang mempunyai dua anak perempuan atau dua saudara perempuan yang telah cukup umur, lalu ia berbuat ihsan kepada mereka selama mereka bersamanya atau ia bersama mereka, niscaya keduanya akan memasukkan orang tersebut ke dalam surga.” (HR. Ibn Majah)
Nabi saw. berbuat baik kepada anaknya, Fatimah r.a. Setiap kali Fatimah menemui Nabi, beliau selalu menyambut dan mencium kepalanya. Saat Ali bin Abi Thalib r.a. menikahi Fathimah, keduanya kemudian tinggal agak jauh dari rumah Nabi. Maka Nabi pergi menemui salah seorang sahabat yang memiliki rumah di samping masjid Nabawi. Beliau berkata padanya, “Aku tidak bisa berpisah dengan Fatimah. Bolehkan aku membeli rumahmu itu?” Orang itu menjawab, “Ya Rasulullah, aku dan rumahku kurelakan di jalan Allah.”
5. Ihsan dalam memberi salam
“Jika kalian diberi sebuah salam, balaslah dengan salam yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa” (QS. An Nisa:86)
6. Ihsan dalam berdebat
“Debatlah mereka dengan cara yang lebih baik” (QS. An Nahl:125)
Utbah ibn Rabiah datang menemui Rasulullah saw. di Makkah, ketika umat Islam ditimpa tekanan yang hebat. Utbah mengemukakan pernyataan yang tidak layak kepada beliau. Ia menawarkan harta agar beliau meninggalkan dakwahnya, menawarkan istri, menawarkan kepemimpinan, serta menawarkan seorang tabib kalau-kalau beliau terkena pernyakit gila. Namun bagaimana Nabi mendebatnya? Bagaimana beliau berdialog dengannya? Beliau berkata, “Bicaralah Abu Al Walid, aku siap mendengarkan.” Ketika ia selesai berbicara, Nabi berujar, “Sudah selesai, Abu al Walid?”
7. Ihsan dalam berbicara
“Katakan kepada hamba-hamba Ku, hendaknya mereka mengatakan yang paling baik” (QS. Al Isra:53)
“Siapa yang lebih baik ucapannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, lalu ia melakukan amal saleh, dan berkata, “Aku termasuk orang muslim”. (QS. Fushshilat:33)
8. Ihsan dalam menikah
“Bergaullah dengan mereka (para istri) secara baik” (QS. An Nisa:19)
9. Ihsan dalam memilih tempat tinggal
Para istri Nabi saw. tinggal di masjid Nabawi. Ia adalah daerah gurun pasir. Namun, ketika menikah dengan Mariyah dari Mesir (sementara Mesir adalah negeri sungai Nil yang subur), beliau menempatkannya di sebuah tempat yang dipenuhi tumbuhan dan tanaman al Awali.
10. Ihsan dalam bercerai
“Talak (yang bisa dirujuk) itu dua kali. Setelah itu, ia boleh rujuk lagi dengan cara yang baik atau menceraikan dengan ihsan” (QS. Al Baqarah:229)
11. Ihsan dalam mendengar
“.. yakni yang mendengar perkataan dan mengikuti yang terbaik darinya” (QS. Al Zumar:18)
12. Ihsan dama bekerja
Dalam kisah Nabi Yusuf pada Al Qur’an surat Yusuf:47. Nabi Yusuf berkata, “Kalian bercocok tanam selama tujuh tahun dengan tekun.” kata ‘tekun’ menyiratkan lebih dari biasanyan dan merupakan kebijakan dalam menambah produksi. Kemudian, “Apa yang kalian panen, hendaknya kalian biarkan di bulirnya.” Ini adalah kebijakan dalam hal penyimpanan. “Kemudian sesudah itu, akan datang tujuh tahun yang amat sulit yang menghabiskan apa yang kamu siapkan untuknya“. Ini adalah kebijakan dalam mengonsumsi yang ditujukan untuk menghadapi kondisi kritis.
13. Ihsan dalam berperang
ketika pergi menuju perang Mu’tah, Nabi saw. berkata kepada pasukannya, “Pergilah dengan nama Allah dan di atas agama Rasulullah. Jangan kalian membunuh orang tua renta, jangan membunuh anak kecil, jangan membunuh ibu yang sedang menyusui, jangan merobohkan bangunan, jangan membakar pohon, dan jangan menebang pohon kurma. Tunjukkan sikap ihsan kalian!” (HR. Abu Daud)
14. Ihsan dalam membunuh orang kafir
“Apabila kalian bertemu dengan orang kafir (di medan perang), tebaslah batang leher mereka” (QS. Muhammad:4)
“Penggallah kepala mereka” (QS. Al Anfal:12)
Mengapa Allah mengatakan, “tebaslah batang leher mereka” dan “penggallah kepala mereka”? Sebab, itulah cara membunuh yang paling mudah tanpa menyiksa. Allah menunjukan kepada mereka tempat yang tepat untuk dibunuh agar kematian menjadi sangat mudah.
Akhlak ihsan ini sungguh menakjubkan, karena merupakan bagian dari keseluruhan amal manusia. Ibn al Qayyim menuturkan, “Ihsan adalah inti, ruh, dan kesempurnaan iman. Seandainya kita menghimpun semua amal, entah itu shalat, zikir, puasa, dan seterusnya, pasti semua itu masuk di bawah ihsan”.
Nabi saw. bersabda, “Jangan menjadi pengekor dengan berkata, ‘Jika manusia bersikap ihsan, kita juga bersikap ihsan. Dan jika mereka bersikap aniaya, kita juga bersikap aniaya.’ Tetapi, tentukan sendiri sikap kalian. Jika manusia berbuat ihsan, kalian pun berbuat ihsan. Dan jika mereka berbuat buruk, jangan kalian berbuat aniaya.” (HR. Al Tirmidzi)