Selamat Tinggal Kesedihan

It’s time to say ‘Goodbye to sadness’!!

Kesedihan adalah keniscayaan dan pasti terjadi. Karenanya ada air mata yang disebabkan kesedihan. Mustahil hidup ini tanpa kesedihan, karena dia berpasangan dengan kebahagiaan. Sebagaimana kesulitan bersama kemudahan. Ada keseimbangan di dalamnya, bagaimana mungkin orang akan selalu bahagia di dunia. Menurut penelitian pun, bahwa perasaan sedih itu juga positif, baik untuk kesehatan dan pikiran. Orang yang sedang dirundung kesedihan akan lebih fokus dan teliti mengerjakan sesuatu.

Dan aku sama seperti dirimu dan yang lain, merasa kesedihan. Kesedihan bisa berbarti ujian ataupun bencana yang menimpa kita. Yang perlu selalu diingat adalah bahwa Allah swt. pasti akan menyediakan sesuatu yang lebih baik dari yang kita duga sebelumnya. Yang harus selalu ditanam dalam pikiran ketika mengalami kesedihan adalah bahwa kejadian ini akan segera berakhir dan melalui ini kita akan lebih kuat dan tegar.

Kesedihan bukan berarti cengeng atau menyerah dalam keadaan. Memang tak bisa dihindari ketika kesedihan menghampiri. Hanya jangan biarkan dia berdiam lama dalam diri. Jangan biarkan dia nyaman bersemayam dalam hati. Karena hanya akan menimbulkan kesedihan yang lebih dalam dan akan menimbulkan dampak negatif bagi hati. Sejatinya hati ini tidak bisa menerima kebahagiaan terus menerus, demikian pula kesedihan yang terus menerus. Oleh karenanya, Umar bin Khatab pernah berkata bahwa “Lunakkanlah hati, karena Hati yang kerasa lama-lama akan menjadi batu”. Jangan sampai hati kita membatu karena kesedihan yang akhirnya menyebabkan stres dan depresi. bahkan banyak saat ini orang yang mengakhiri hidupnya dengan jalan instan, hanya karena persoalan hidup yang membelit. Na’udzubillahi min dzalik.

Setiap diri kita pasti diuji. Tergantung dengan kadar iman dan titik lemah masing-masing. Jika orang itu titik lemahnya mengenai harta, maka Allah akan uji dengan kemiskinan atau bahkan dengan kekayaan yang mampu membuatnya lupa. Dan aku telah diuji dalam pernikahan ku sampai akhirnya kami memutuskan berpisah. Berat? Sungguh berat. Tak ada satu pun orang yang ingin menikah lalu ingin berpisah. Semuanya menghendaki kebahagiaan. Tapi, yang kami alami sungguh di luar dugaan dan kendali. Kami sudah mencoba bertahan dan berusaha, namun ternyata Allah berikan jalan lain dan semoga ini jalan yang terbaik bagi kami.

Hanya sebentar saja usia pernikahan kami, hanya 1 tahun saja. Tapi sekali lagi, ini tidaklah mudah. Waktu yang kami jalani pun tidaklah singkat, jika kami hitung hari per hari. Usaha dan doa sudah dilakukan dan ketetapan Allah yang terjadi demikian. Tak mampu kami hindari dan tak pernah terduga sama sekali. Ini semua harus diterima dengan hati seluas samudera,lapaang sekalii.. dengan meyakini ini adalah takdir Allah swt. Seburuk apapun yang terjadi, jika Allah berkata, “Kun fa ya kun”. Terjadi maka terjadilah.

Setiap perpisahan memang menyedihkan dan menyakitkan. Terlebih berpisah dengan orang yang kita cintai. Cinta tak selalu memiliki, ada pengorbanan dan pemberian tulus yang diberi. Namun tak ada yang dapat menolak apa yang Allah tetapkan. Maka ikhlaskan kejadian yang telah lalu. Kemudian tataplah ke depan, bahwa esok kan menanti.

Ada yang pernah berkata kepada ku, “Kebanyakan orang mengalami kegagalan. Dan kegagalan itu adalah awal dari kesuksesan. Saya mengucapkan ‘Selamat’ kepada mu karena kamu termasuk orang-orang kebanyakan.”
Iya, setiap orang pernah gagal. Tapi setelah itu dia akan menuai kesuksesan. Setiap orang pernah sedih, tapi akan ada bahagia yang menyapa. Semoga Allah memberikan kami kondisi yang lebih baik lagi.

Bukan bermaksud mengumbar kesedihan dalam tulisan ini, hanya ingin berbagi kisah kehidupan yang tak terlihat di televisi. Aku hanya ingin berbagi hikmah agar dapat diambil apa yang baik.

Dengan ini aku ucapkan, “SELAMAT TINGGAL KESEDIHAN!”

You’ll be in my heart (my lovely sisters)

You’ll be in my heart, form this day on. Now and forever more.. (Phil Collins)

Kurang lebih enam tahun kita telah bersama. Menjalin persaudaraan, merajut cinta dan kasih. Salah satu harta dunia adalah memiliki saudara-saudara sholeh, yang mampu mengingatkan kelalaian, yang mampu membangkitkan semangat, yang mampu memotivasi untuk beramal lebih baik. Sudah takdir Allah, bahwa kita akan bersama lalu kemudian akan berpisah. Karena tak ada pertemuan tanpa perpisahan. Pun sejatinya kita belum berpisah, hanya berpindah tempat amal.
Kala itu, SMA yang masih kekanakan.. sampai mungkin saat ini pun masih ada jiwa kekanakan itu (hehe..). Kala tawa dan gurauan menjadi penghias pertemuan. Dengan hanya sekedar senyum dan sapaan sudah cukup membahagiakan. Apalagi kala cerita mengalir begitu saja, dengan harapan akan adanya nasihat dari sahabat. Ketika semua peluh akan pudar hanya dalam beberapa jam pertemuan. Ah, begitu indahnya ya..
Ana uhibbukifillah, menjadi kata mendalam penuh arti. Kecintaan hanya karena Allah. Mungkin begitu pula yang dialami Rasulullah saw. dan para sahabatnya dalam persaudaraan mereka. Oleh karenanya Rasulullah saw bersabda,”kamu akan bersama orang yang kamu cintai di akhirat”. Artinya, ketika kita mencintai saudara yang sholeh, maka kita akan kembali bertemu nanti di akhirat, insya Allah surga tempatnya.
Perpisahan ini tak begitu berat sebenarnya, karena bagaimana pun juga hati ini akan tetap terpaut. Entah sampai kapan, mungkin ketika masing-masing dari kita menggendong anak atau bahkan cucunya. Perpisahan ini adalah sementara. Kita hanya butuh ladang baru untuk digarap, ladang dimana kita dapat tumbuh lebih dewasa dan mandiri.
Teman, yang aku rasakan selama ini adalah proses pendewasaan yang kita alami. Begitu cepat waktu berjalan, yang satu menikah dilanjutkan yang lain, bergulir begitu saja. Tentunya kita tak dapat memaksakan kehendak kita, akan dimana dan bersama siapa. Tapi, dimanapun kita berada semoga jati diri dan keteguhan itu tetap terus bersama.
Teman, di akhir penghujung tahun 2011 ini adalah tempaan untuk kita bersama. Semoga Allah memberi tempaan berikutnya yang lebih kuat agar kita pun lebih kuat. Semoga Allah mengganti apa-apa yang luput dari kita menjadi yang lebih baik yang tidak pernah kita duga. Banyak orang-orang sholeh di sekitar kita, maka sungguh tak menutup kemungkinan untuk bergabung.
Teman, mungkin kita sudah memulainya sejak dulu dimana kita memang dipersiapkan untuk terjuan bebas dengan bekalnya masing-masing. Kita sudah cukup kuat untuk mendarat dengan parasut masing-masing. Biarlah Allah saja yang mengatur segalanya. Sesungguhnya kita hanya berusaha dan berdoa, untuk ketetapan dan akhir hanyalah milik Allah swt.
Terakhir, aku berdoa untuk kalian. Semoga Allah selalu mencurahkan hidayah,Rahman dan Rahim Nya, melapangkan segala urusan, meneguhkan hati dan iman, serta jalan yang terbaik dan diridhoi-Nya. Terlalu banyak kenangan untuk diceritakan, lebih baik jika kita merekamnya masing-masing.
Kita pasti ketemu lagi kan… Keep contact ya and I love u all coz Allah..
Big Hug my sisters.. :)