25 years old on 25th November

25 tahun hanya bilangan usia, tak ada artinya jika tak ada makna dan manfaat di dalamnya. Apa yang sudah aku lakukan selama aku hidup? Banyak manfaat atau mudharat? Banyak kebaikan atau keburukan? Bagaimana dengan ibadah dan amal sholeh? Dan apakah aku sudah menapaki dengan kedewasaan atau tak berkembang?
Perjalanan hidup ku sungguh menakjubkan. Hal-hal yang tidak pernah aku duga terjadi begitu saja. Masuk SMA Negeri favorit di Depok, berkumpul dengan orang-orang sholeh menjadi batu pijakan ku hingga menjadi seperti saat ini. Kemudian memasuki dunia kampus di universitas negeri di Depok, tetap dengan penjagaan lingkungan yang baik dan sholeh. Aku merasa ada peningkatan pola pikir ketika bergabung di organisasi kemahasiswaan. Dan dengan cita-cita untuk lulus 4 tahun, aku berhasil mencapainya. Cukup sederhana memang, tapi tak cukup diceritakan secara detil. Betapa banyak orang-orang baik di sekelilingku, betapa aku merasakan penjagaan Allah melalui hamba-hambaNya. Tak terlupakan andil dari kedua orang tua ku yang selalu mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya, tak banyak menuntut namun tetap menjaga ku. Juga kedua saudara laki-laki ku yang walaupun kami sering beradu pendapat, tapi sejatinya kami saling menyayangi.
Indah, terasa indah melekat dalam ingatan. Bersyukur masa itu telah berlalu. Menuju usia 24 tahun, aku memulai lembaran hidup baru dengan jalinan pernikahan. Juga tantangan baru dalam pekerjaan. Dan masa ini adalah masa di mana kurva menanjak naik, banyak benturan dan cobaan yang menerpa. Sadarlah aku bahwa beginilah cara Allah swt mendidik hamba Nya agar dapat tumbuh dewasa dan naik derajatnya. Tak bisa aku pastikan, apakah aku berhasil melewati atau hanya dibumbui dengan keluhan tak terhingga. Memang pada usia ini, banyak orang menyebut dengan isitlah ‘galau’. Banyak masalah menimpa dan menuntut jalan keluar. Sejatinya yang aku rasakan adalah Allah menginginkan aku untuk bersabar menapaki jalan. Tidak gerasak gerusuk, focus dengan tujuan dan arah. Dengan tetap mempertaruhkan keistiqomahan, aku harus tetap bertahan dengan ibadah wajib dan dilengkapi dengan ibadah sunah favorit (sholat dhuha).
Menginjak pada usia 25 tahun, aku yakin jalan semakin menanjak dan berliku. Tentunya aku harus membawa bekal kesabaran dan syukur pada Allah. Aku harus bersabar dalam menapaki jalan seterjal apapun, dengan keyakinan bahwa ada sesuatu yang indah di ujung sana yang telah Allah siapkan. Juga aku harus tetap istiqomah, tidak salah jalan dan tidak lemah. Dan aku harus bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan selama ini, orang tua yang penyayang, kakak-adik yang menjaga ku, suami dan teman-teman yang menyayangi ku.
251111

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s