Pada dasarnya manusia diciptakan dengan sifat yang suka berkeluh kesah. Terlebih dengan masalah yang hadir pada hidupnya, membuat keluh kesah semakin menjadi-jadi. Mulai dari mempertanyakan, “kenapa sih saya diberi ujian seperti ini?” sampai bahkan ada yang menyalahkan Tuhan atas ujian yang menimpanya. Na’udzubillahi min dzalik.
Dengan fitrah manusia yang suka berkeluh kesah, artinya butuh tempat untuk mengadukan semua keluh kesah itu. Namun bukan berarti kita bisa mengumbar masalah pada orang lain dengan maksud mengadu, kecuali pada orang terpercaya yang mampu memberi solusi dan membantu memecahkan masalah. Lalu siapakah sejatinya tempat mengadu itu? Yang bisa menyimpan rahasia dengan baik, Yang sangat senang mendengar dan Yang sangat senang dijadikan tempat mengadu. Dialah Allah SWT.
Ketika masalah bertubi-tubi menghampiri dan solusi tak kunjung datang, mungkin artinya Allah SWT menyukai agar kita selalu mengadu pada-Nya. Pengaduan itu berupa untaian doa diiringi buliran air mata, pertanda tidak ada kuasa melainkan milik Allah SWT. Sebagaimana yang dicontohkan oleh para Nabi dan para sahabat. Seperti Nabi Ya’qub berkata, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui” (QS.12:86).

Dikisahkan tentang da’wah Rasulullah SAW kepada penduduk Thaif. Betapa ujian berat menimpa Rasulullah SAW ketika da’wahnya ditolak, diusir dan beliau dilempari batu. Apakah Rasulullah berkeluh kesah dengan ujian itu? Rasulullah SAW mengadu pada Allah SWT dalam bentuk doa yang menyejukkan, beliau berdoa agar Allah SWT mengampuni penduduk Thaif dan memberikan keturunan yang baik dari penduduk itu. Padahal malaikat sudah menawarkan bahwa bisa saja penduduk Thaif diadzab dengan keras, namun begitu lembut hati Rasulullah SAW yang dengan keluh kesahnya beliau tetap berdoa dengan kebaikan.
Kita memang manusia biasa, bukan Nabi. Tentunya keluh kesah seorang manusia biasa sulit melampaui cara mengadu para Nabi dan salafusshalih. Tapi kita bisa belajar perlahan, betapa dibutuhkan kesabaran dalam setiap ujian yang dihadapai. Kesabaran tersebut diiringi dengan doa atau aduan kepada Allah SWT, karena masalah kita sungguh sangat kecil dan Allah Yang Maha Besar. Ketika datang sebuah masalah: “Hai masalah! Akan aku adukan kamu kepada Allah Yang Maha Besar!”. Ya, mengadu pada Allah dengan tujuan mengharapkan pertolongan dan petunjuk adalah suatu hal yang disukai oleh Nya. Dimana dari pengaduan itu, terlihat bahwa manusia begitu lemah dan tak kuasa. Sedangkan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(131111)